Saturday, 05 September 2026
KREDISI Logo
Kredisi

Jenis Investasi Populer di Indonesia dan Risikonya

Jenis Investasi Populer di Indonesia dan Risikonya

Investasi semakin menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan masyarakat Indonesia. Jika dahulu investasi sering dianggap hanya cocok bagi orang dengan modal besar, kini pilihan investasi semakin beragam dan dapat dimulai dengan dana yang relatif terjangkau.

Mulai dari deposito, emas, reksa dana, obligasi, saham, properti, hingga aset digital, masing-masing memiliki karakteristik, potensi keuntungan, serta risiko yang berbeda.

Namun, ada satu prinsip penting yang perlu dipahami sebelum memilih instrumen investasi:

Tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko.

Semakin tinggi potensi keuntungan yang ditawarkan, biasanya semakin besar pula risiko yang harus siap ditanggung investor.

Karena itu, memahami jenis investasi dan risikonya jauh lebih penting daripada sekadar mengejar keuntungan terbesar.

Mengapa Memahami Risiko Investasi Itu Penting?

Banyak orang memilih investasi dengan pertanyaan sederhana:

"Berapa keuntungannya?"

Padahal, pertanyaan yang tidak kalah penting adalah:

"Seberapa besar risiko yang sanggup saya tanggung?"

Dua orang dapat memiliki tujuan investasi yang sama, tetapi membutuhkan instrumen yang berbeda karena kondisi keuangan, usia, jangka waktu, dan toleransi risikonya berbeda.

Seseorang yang membutuhkan dana dalam enam bulan tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan seseorang yang menyiapkan dana pensiun untuk 20 tahun ke depan.

Karena itu, investasi sebaiknya dipilih berdasarkan kombinasi:

Tujuan keuangan + jangka waktu + profil risiko + kondisi keuangan

1. Deposito

Deposito merupakan salah satu instrumen yang banyak digunakan masyarakat untuk menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu sekaligus memperoleh bunga.

Berbeda dengan tabungan biasa, deposito umumnya memiliki tenor tertentu. Dana ditempatkan selama periode yang telah disepakati dan pencairannya mengikuti ketentuan produk.

Deposito menarik bagi masyarakat yang mengutamakan stabilitas dan tidak ingin menghadapi fluktuasi harga seperti pada saham.

Kelebihan deposito

  • Relatif mudah dipahami.
  • Risiko pasar relatif rendah.
  • Imbal hasil lebih mudah diperkirakan.
  • Cocok untuk tujuan keuangan jangka pendek hingga menengah.

Risiko deposito

Risiko deposito bukan hanya berkaitan dengan keamanan dana, tetapi juga inflasi.

Jika tingkat bunga deposito lebih rendah dibandingkan kenaikan harga barang dan jasa, nilai uang secara riil dapat mengalami penurunan.

Investor juga perlu memperhatikan ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo serta batas dan persyaratan penjaminan simpanan yang berlaku.

Profil risiko: rendah.

2. Emas

Emas merupakan salah satu investasi yang sangat populer di Indonesia.

Sebagian masyarakat memilih emas sebagai instrumen untuk menyimpan nilai kekayaan dalam jangka panjang. Emas dapat dimiliki dalam bentuk fisik maupun melalui produk emas digital yang disediakan oleh penyelenggara tertentu.

Emas sering dianggap menarik karena memiliki nilai yang diakui secara luas dan dapat menjadi salah satu alternatif diversifikasi aset.

Namun, emas bukan berarti selalu menghasilkan keuntungan.

Harga emas tetap mengalami perubahan dan investor harus memperhitungkan perbedaan antara harga beli dan harga jual, biaya penyimpanan untuk emas fisik, serta risiko keamanan.

Profil risiko: rendah hingga menengah.

3. Reksa Dana

Reksa dana menjadi salah satu pilihan populer bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar modal tanpa harus memilih dan mengelola seluruh aset secara langsung.

Dalam reksa dana, dana dari sejumlah investor dikumpulkan kemudian dikelola oleh manajer investasi sesuai dengan kebijakan investasi produk tersebut.

Reksa dana memiliki beberapa jenis dengan karakteristik risiko yang berbeda.

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang umumnya berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek utang dengan jangka waktu relatif pendek.

Jenis ini biasanya memiliki tingkat fluktuasi yang lebih rendah dibandingkan jenis reksa dana lainnya.

Profil risiko: relatif rendah.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap menempatkan sebagian besar asetnya pada instrumen surat utang.

Potensi imbal hasil dapat lebih tinggi dibandingkan instrumen pasar uang, tetapi nilai investasinya tetap dapat mengalami perubahan.

Profil risiko: rendah hingga menengah.

Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran mengombinasikan beberapa jenis aset, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Karena memiliki kombinasi aset yang lebih beragam, tingkat risikonya berada di antara reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham, tergantung komposisi portofolionya.

Profil risiko: menengah.

Reksa Dana Saham

Reksa dana saham menempatkan sebagian besar asetnya pada saham.

Potensi pertumbuhannya lebih besar dalam jangka panjang, tetapi nilai investasinya juga lebih mudah mengalami fluktuasi.

Profil risiko: menengah hingga tinggi.

Perlu diingat, reksa dana bukan deposito dan hasil investasinya tidak dijamin tetap.

4. Obligasi

Obligasi merupakan instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan.

Ketika investor membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan dana kepada penerbit dan memperoleh pembayaran kupon sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Obligasi pemerintah sering menjadi pilihan bagi investor yang menginginkan instrumen dengan karakteristik risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan saham.

Namun, obligasi tetap memiliki risiko.

Risiko gagal bayar

Pada obligasi korporasi, terdapat risiko penerbit mengalami kesulitan keuangan dan tidak mampu memenuhi kewajibannya.

Risiko suku bunga

Perubahan tingkat suku bunga dapat memengaruhi harga obligasi di pasar sekunder.

Risiko likuiditas

Tidak semua obligasi dapat diperjualbelikan dengan mudah kapan saja.

Karena itu, investor perlu memahami karakteristik obligasi sebelum membelinya, termasuk apakah obligasi akan disimpan hingga jatuh tempo atau diperjualbelikan di pasar sekunder.

Profil risiko: rendah hingga menengah untuk instrumen pemerintah tertentu, dan dapat lebih tinggi untuk obligasi korporasi.

5. Saham

Saham memberikan kesempatan kepada investor untuk memiliki bagian kepemilikan dalam sebuah perusahaan.

Keuntungan dari saham pada umumnya dapat berasal dari dua sumber, yaitu capital gain dan dividen.

Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh ketika saham dijual pada harga lebih tinggi dibandingkan harga pembelian.

Sementara dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham apabila perusahaan memutuskan untuk membagikannya.

Namun, saham termasuk instrumen dengan tingkat risiko yang relatif tinggi.

Harga saham dapat naik atau turun secara signifikan akibat berbagai faktor, seperti:

  • kinerja perusahaan;
  • kondisi ekonomi;
  • tingkat suku bunga;
  • sentimen investor;
  • kondisi industri;
  • kebijakan pemerintah;
  • perubahan nilai tukar;
  • hingga kondisi geopolitik global.

Investor juga menghadapi risiko perusahaan mengalami penurunan kinerja, kerugian, atau bahkan masalah keuangan serius.

Karena itu, saham membutuhkan pemahaman yang lebih baik mengenai perusahaan dan pasar.

Profil risiko: tinggi.

6. Properti

Properti seperti tanah, rumah, apartemen, ruko, dan bangunan komersial juga menjadi pilihan investasi bagi banyak masyarakat Indonesia.

Keuntungan dari investasi properti dapat berasal dari kenaikan harga aset maupun pendapatan sewa.

Namun, investasi properti memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan aset finansial.

Salah satu risiko utamanya adalah likuiditas.

Menjual properti tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat. Dibutuhkan waktu untuk mencari pembeli, melakukan negosiasi, menyelesaikan administrasi, dan menyelesaikan transaksi.

Selain itu, investor harus mempertimbangkan:

  • biaya perawatan;
  • pajak;
  • renovasi;
  • biaya transaksi;
  • biaya administrasi;
  • risiko properti tidak tersewa;
  • dan risiko penurunan harga di lokasi tertentu.

Harga properti juga tidak selalu meningkat secara seragam. Lokasi, akses, infrastruktur, perkembangan kawasan, dan kondisi ekonomi dapat memengaruhi nilai sebuah properti.

Profil risiko: menengah.

7. Peer-to-Peer Lending

Perkembangan teknologi finansial melahirkan alternatif investasi berupa peer-to-peer lending atau P2P lending.

Dalam skema ini, investor memberikan pendanaan melalui platform yang mempertemukan pemberi dana dengan penerima dana.

Salah satu daya tariknya adalah potensi imbal hasil yang dapat lebih tinggi dibandingkan instrumen berisiko rendah.

Namun, potensi keuntungan yang lebih tinggi juga disertai risiko yang lebih besar.

Risiko utama P2P lending adalah gagal bayar peminjam.

Investor perlu memahami bahwa tingkat imbal hasil yang ditampilkan bukan berarti keuntungan tersebut pasti diperoleh.

Sebelum menggunakan platform P2P lending, investor perlu memperhatikan legalitas penyelenggara, profil risiko peminjam, mekanisme mitigasi risiko, ketentuan perlindungan investor, serta mekanisme penagihan.

Profil risiko: menengah hingga tinggi.

8. Aset Kripto

Perkembangan teknologi blockchain melahirkan kelas aset digital yang dikenal sebagai aset kripto.

Bitcoin dan berbagai aset kripto lainnya menarik perhatian investor karena memiliki potensi kenaikan harga yang sangat besar.

Namun, karakteristik aset kripto berbeda jauh dari deposito atau obligasi pemerintah.

Harga aset kripto dapat mengalami perubahan yang sangat cepat dalam waktu singkat.

Risikonya antara lain:

  • volatilitas harga yang sangat tinggi;
  • risiko keamanan digital;
  • risiko platform;
  • risiko likuiditas;
  • risiko regulasi;
  • penipuan;
  • serta risiko kehilangan akses terhadap aset.

Karena volatilitasnya yang tinggi, aset kripto sebaiknya dipahami sebagai instrumen berisiko tinggi.

Profil risiko: sangat tinggi.

Perbandingan Jenis Investasi di Indonesia

Secara sederhana, karakteristik berbagai instrumen investasi dapat digambarkan sebagai berikut:

InstrumenPotensi Imbal HasilRisikoLikuiditas
DepositoRendahRendahMenengah
EmasMenengahRendah–MenengahTinggi
Reksa Dana Pasar UangRendahRendahTinggi
ObligasiRendah–MenengahRendah–MenengahMenengah
Reksa Dana SahamMenengah–TinggiMenengah–TinggiTinggi
SahamTinggiTinggiTinggi
PropertiMenengah–TinggiMenengahRendah
P2P LendingMenengah–TinggiMenengah–TinggiRendah
Aset KriptoSangat TinggiSangat TinggiTinggi, tetapi sangat volatil

Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Risiko aktual dapat berbeda berdasarkan produk, penerbit, kondisi pasar, jangka waktu, serta strategi investasi yang digunakan.

Jangan Mudah Percaya Investasi dengan Keuntungan Fantastis

Salah satu hal yang harus diwaspadai investor adalah tawaran yang menjanjikan keuntungan sangat tinggi dengan risiko yang diklaim hampir tidak ada.

Dalam investasi, kombinasi seperti:

Keuntungan tinggi + pasti + tanpa risiko

seharusnya menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan hanya melihat testimoni orang yang berhasil mendapatkan keuntungan.

Investor perlu memahami dari mana keuntungan tersebut berasal, bagaimana model bisnisnya, siapa pengelolanya, apa aset yang mendasarinya, bagaimana mekanisme pencairan dana, serta apa yang terjadi apabila investasi mengalami kerugian.

Legalitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan investasi juga harus diperiksa melalui sumber resmi sebelum menempatkan dana.

Diversifikasi untuk Mengelola Risiko

Salah satu prinsip penting dalam investasi adalah diversifikasi.

Diversifikasi berarti menyebarkan dana pada beberapa jenis aset sehingga risiko tidak hanya terkonsentrasi pada satu instrumen.

Sebagai contoh, seseorang tidak harus memilih antara emas atau saham.

Investor dapat membangun portofolio yang terdiri dari beberapa instrumen berdasarkan tujuan keuangan dan profil risikonya.

Dana yang dibutuhkan dalam waktu dekat mungkin lebih sesuai ditempatkan pada instrumen yang relatif stabil dan likuid.

Sementara dana untuk tujuan jangka panjang dapat dialokasikan pada aset yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi, dengan mempertimbangkan kemampuan investor menghadapi fluktuasi.

Tidak ada komposisi portofolio yang cocok untuk semua orang.

Diversifikasi juga bukan berarti risiko menjadi hilang. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan terhadap kinerja satu jenis aset.

Investasi Terbaik Bukan Selalu yang Paling Menguntungkan

Pertanyaan yang sering muncul adalah:

"Investasi apa yang paling menguntungkan?"

Namun, pertanyaan tersebut sebenarnya kurang tepat.

Pertanyaan yang lebih baik adalah:

"Investasi apa yang paling sesuai dengan tujuan dan profil risiko saya?"

Bagi seseorang, deposito mungkin merupakan pilihan yang sesuai.

Bagi orang lain, emas atau obligasi mungkin lebih cocok.

Investor dengan tujuan jangka panjang dan kemampuan menghadapi fluktuasi mungkin mempertimbangkan saham atau reksa dana saham.

Sementara investor dengan toleransi risiko sangat tinggi mungkin mempertimbangkan aset dengan volatilitas lebih besar.

Jadi, tidak ada satu instrumen yang otomatis menjadi investasi terbaik bagi semua orang.


Investasi dapat menjadi alat penting untuk membantu mencapai tujuan keuangan dan membangun kekayaan dalam jangka panjang.

Namun, setiap instrumen memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.

Deposito menawarkan stabilitas dengan potensi imbal hasil yang relatif rendah.

Emas dapat menjadi salah satu alternatif penyimpan nilai dan diversifikasi.

Reksa dana memberikan pilihan investasi yang dikelola secara profesional dengan berbagai tingkat risiko.

Obligasi menawarkan pendapatan dari kupon dengan risiko yang bergantung pada jenis dan penerbitnya.

Saham memberikan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi tetapi disertai volatilitas yang besar.

Properti menawarkan aset fisik dan potensi pendapatan sewa, tetapi memiliki likuiditas yang relatif rendah.

Sementara P2P lending dan aset kripto dapat menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dengan risiko yang juga lebih besar.

Pada akhirnya, investasi bukan tentang mencari aset yang selalu naik.

Investasi adalah tentang memahami hubungan antara risiko, potensi keuntungan, likuiditas, jangka waktu, dan tujuan keuangan.

Investor yang baik bukanlah investor yang tidak pernah mengalami kerugian, melainkan investor yang memahami apa yang dibelinya, mengetahui risikonya, dan tidak menempatkan dana melebihi kemampuan yang sanggup ditanggung.

Bagikan Artikel:
ID Artikel: #12
Konsultasi Gratis

Butuh Bantuan Memilih Produk yang Tepat?

Tim ahli kami siap membantu Anda menemukan solusi asuransi terbaik untuk bisnis Anda